google-site-verification: google69801547bc3a6b8c.html Bulan Ramadhan Adalah Bulan Yang Mulia | HasR4tna Blog

Friday, July 6, 2012

Bulan Ramadhan Adalah Bulan Yang Mulia

Dalam beberapa hari kedepan seluruh umat muslim di suluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan. Bulan ramadhan adalah satu bulan yang mulia bagi umat muslim,yang merupakan bulan dimana seluruh umat muslim di wajibkan untuk melakukan ibadah puasa. Hal ini seperti yang tertulis di dalam alqur'an yang artinya seperti berikut.

 Allah Ta'ala berfirman:"Hai orang orang yang beriman,di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".( Al Qur'an surat albaqarah surat 183 )


Bulan Ramadhan adalah bulan hijriyyah yang awal masuknya di tentukan dengan melihat hilal ( bulan tanggal satu ).Jika hilal terlihat maka berati bulan tersebut adalah bulan tanggal satu. Dan,bulan hijriyyah hanya berjumlah 29 atau 30 hari,dan tidak mungkin lebih atau kurang.

Rasulullah Saw bersabda."Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah ( berhari rayalah ) karena melihatnya. Jika kalian tertutup awan ( sehingga hilal tidak bisa dilihat ),maka genapkanlah bulan sya'ban 30 hari."( muttafaq'alaih ).

Jadi, untuk menentukan kapan puasa tergantung pada terlihatnya hilal atau,jika bulan sya'ban sudah 30 hari maka keesokan harinya otomatis sudah masuk di bulan Ramadhan. Demikian pula halnya dengan menetapkan jatuhnya hari raya ( tanggal satu syawal ) juga harus melihat hilal terlebih dahulu,jika tidak maka bulan Ramadhannya digenapkan sampai 30 hari. Dalam hal ini yang sering menjadi persoalan adalah perbedaan tempat terbitnya bulan. Misalkan saja antara arab saudi dan Indonesia,Rukyat siapa yang harus dipakai.
 Hal ini sudah menjadi perbedaan pendapat sejak lama,ada yang berpendapat bahwa harus seragam dalam rukyat,artinya jika ada salah satu negara yang menyatakan sudah melihat hilal maka berarti negara yang lain harus mengikuti. Tapi ada juga yang berpendapat lain bahwa masing masing negeri yang mempunyai mathla'berbeda harus mengadakan rukyat sendiri sendiri.

Dalam hal ini masing masing mempunyai dalil baik berupa nash dan nazhar,sehingga tidak perlu di perdebatkan,hanya saja mengikuti rukyat negeri sendiri berdasarkan dua dalil:

1. Hadist dari ibnu abbas ra yang mengatakan bahwa penduduk madinah tetap dengan rukyat mereka dan tidak perlu mengikuti rukyat mu'awiyah ( yang saat itu menjabat khalifah ) di syam. Dan kemudian Ibnu abbas berkata, "Demikianlah Rasulullah memerintahkan kita." ( HR Muslim )

2. Sabda Rasulullah Saw, "Puasa itu adalah di hari mereka ( orang ramai ) berpuasa,berhari raya juga di hari mereka berhari raya dan idhul adha juga di hari mereka beridul adha."( HR Abu Daud,At-Turmudzi,Ibnu Majah,Ad-Darukuthni dan Al-Baihaqi )

Hadits ini menganjurkan kita untuk berpuasa bersama orang banyak,agar tidak menimbulkan kesan perpecahan. Ini pula yang di fatwakan oleh komisi tetap untuk riset ilmiyah,fatwa dan bimbingan kerajaan saudi arabia yang diketuai oleh syekh abdul azzisbin abdullah bin baz-Rahimahullah.

Demikianlah sekilas artikel religi yang saya kutip dari buku "solusi menjemput taqwa"yang saya persembahkan bagi anda sahabat bloger dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh kemuliaan.


























0

5 comments:

oboy said...

Umat muslim di dunia termasuk saya sangat berbahagia masih bisa bertemu dengan bulan Suci Ramadhan ini,,,,nice share sob

Faisal Syaifudin said...

Posting yang bagus,, kira2 Ratna puasa juga nggak? he he .. just kidding Rat..

Jayadwi said...

Selamat menunaikan ibadah puasa.

NIZAM HALID said...

marhaban ya ramadhan selamat menjalankan ibadah puasa, followback ya :) thank's

vakum pembesar penis said...

bulan ramadhan itu bulan yang sangat di annti2 di setiap tahunnya salam kenal :) sukses selalu gan :)

Post a Comment

bagi para sahabat yang ingin berkomentar silahkan saja,tapi mohon sopan dan tidak mengandung sara